Android sedang menggeliat dan jadi menarik. Karena saat ini banyak orang memiliki smartphone berbasis OS Android, ekosistem perangkat lunak Android berkembang dengan pesat. Pesatnya perkembangan ekosistem ini dibuktikan dengan banyaknya developer yang mengembangkan perangkat lunak diatas platform Android, banyaknya perusahaan menyediakan layanan untuk platform Android, banyak tersedianya proyek-proyek open-source berbasis Android, adanya beragam forum-forum internet yang membicarakan pengembangan perangkat lunak Android serta semakin seringnya seminar bertemakan Android di banyak tempat.
Selain perangkat lunak yang menggeliat, saat ini juga mulai bermunculan perangkat-perangkat non-smartphone yang menggunakan OS Android. Pembuat perangkat-perangkat keras ini tentunya diuntungkan karena sudah sedemikian majunya ekosistem perangkat lunak Android.


Beberapa saat lalu dunia Gaming dihangatkan oleh kehadiran Ouya, sebuah game console berbasis Android. Ouya dimaksudkan oleh pendirinya untuk memudahkan developer-developer game meluncurkan game-game Android ke layar TV. Game-game yang sudah tersedia di Android saat ini dapat dipindahkan ke layar TV dengan cukup dengan perubahan resolusi layar dan perubahan penggunaan kontrol game, sementara mekanika dan logika gamenya tetap sama. Dengan adanya Ouya juga diharapkan developer game dapat meluncurkan game untuk smartphone dan konsol secara bersamaan. Selain Ouya, ada juga Instacube, perangkat ini adalah perangkat streaming foto Instagram, dengan perangkat ini kita bisa menampilkan foto dari user tertentu, atau hashtag Instagram tertentu. Setiap foto baru terupload, gambar di perangkat ini juga langsung berubah. Kelihatannya perangkat ini asyik untuk menggantikan bingkai foto di meja kita yang cuma bisa menampilkan gambar itu-itu saja.
Ouya dan Instacube berhasil dalam kampanyenya mengumpulkan dana dan pengikut melalui kickstarter.com, sebuah website untuk mengumpulkan dana saweran masyarakat internet. Ouya berhasil mengumpulkan dana $8,596,475 dari 63,416 orang, sedang Instacube sampai saat saya menulis ini berhasil mengumpulkan dana $264,405 dari 1,866 orang.
Selain proyek komersil ada juga proyek hardware Android oleh pemerintah Amerika Serikat: NASA PhoneSat, satelit nano yang akan diluncurkan ke orbit membonceng roket Antares milik Orbital Sciences Corporation. PhoneSat 1.0 adalah perangkat smartphone Nexus One dan PhoneSat 2.0 adalah perangkat smartphone Nexus S semuanya akan dibungkus kotak 10x10cm. Perangkat-perangkat ini memiliki misi awal untuk bertahan hidup di luar angkasa, mengirimkan gambar orbit ke bumi, dan menjadi dasar untuk pengembangan satelit murah NASA berikutnya.
Proyek-proyek ini bisa ada karena sifat open-source Android. Siapapun dengan pengetahuan yang cukup tentang hardware dan software komputer dan Android dapat mewujudkan ide perangkat elektronik baru.
Nah, mungkin para pegiat IT Indonesia juga bisa melirik Ide-ide pengembangan perangkat keras dan lunak semacam ini. Saat ini ada hardware seperti Raspberry Pi atau Arduino dan beragam hardware lain yang bisa dipasangi OS Android, dioprek, lalu dibungkus dengan citarasa dan ide kita sendiri. Siapa tahu ada yang mau mewujudkan ide membuat jam meja yang menampilkan status Facebook, dan Foto terbaru kerabat, display berjalan yang menampilkan #BreakingNews atau hastag Twitter lainnya, perangkat yang bisa men check-in-kan penggunanya ke Foursquare jika disentuh, Smart TV citarasa Indonesia, atau ide-ide lainnya. The road is Open :)
0.000000
0.000000