One of the biggest Facebook’s feature that’s unveiled at F8 yesterday was the Opengraph API.

What is the Opengraph API? It’s a feature in Facebook that allows Developers to create apps that publish actions on this kind of format: User action Object on App here’s some example:

  • Danu eat “Fried Chicken” on KFC
  • Danu read “He Took On The Video Star, Now Kutiman Takes On Democracy” on TechCrunch.com
  • Danu buy “Apple iPad2 32 GB 3G+Wifi White” on Plasa.com
  • Danu download “Blind Melon – No Rain.mp3″ on 4shared.com
  • Danu watch “Sexy Thai Gets Pounded” on Tube8.com uh wait, no, no, no, that’s not me… :(

Facebook also makes it possible for developers to automates those sharing process. Trough API calls, developers can automatically post users actions on their apps to Facebook’s timeline, tickers, and feeds. This is very exciting for Developers , Publishers, and Content Creators because this will definitely drive sharing explosion between Facebook users.

This is why some pundits believe that Facebook is way ahead of Google+ and other social networks. “While all the competitors were busy making button, Facebook was busy making the button obsolete.” says MG Siegler.

Now my question, since many of user actions would be published on Facebook, would user really gives up their online privacy? Is online privacy is dead? Or there’s actually never such thing like online privacy? This is a big gamble by Mark Zuckerberg. Will users abandon Facebook immediately when they start seeing such actions posted automatically? or else, will users start seeing the benefits of such sharing, since interesting stuff comes their way automatically.

For years Facebook has actually teach us  to abandon online privacy. These days we’re seeing people praying on Facebook, uploading silly drunken photograph, yelled at each others on Facebook, having an intense word war on Facebook comments, sharing private stories on Facebook, etc. Would this OpenGraph be the deep stab to online privacy, so that now we can declare that online privacy has died? Seeing Facebook history, and how it has brought us here, I’m afraid, the answer would be “Yes, online privacy has died”

comics, courtesy of The Joy of Tech

Pindah paket data TelkomselFlash ternyata tidak mudah. Karena ada perpanjangan otomatis tiap tgl. 1, maka pengguna yg. akan pindah paket harus menonaktifkan paket data lama sebelum tgl. 1. Masalahnya proses ini harus dilakukan sendiri oleh pengguna & tidak dapat dibantu CS. Proses penonaktifan juga tidak dilakukan sekejap, membutuhkan waktu maks. 1×24 jam. Kegagalan menonaktifkan paket sebelum tgl. 1 akan mengakibatkan perpanjangan data otomatis, dan pengaktifan paket data baru ketika ada paket data aktif bulan itu akan mengakibatkan dobel tagihan.

Sebagai pelanggan yg. akan pindah paket data, saya merasa kurang nyaman. Seharusnya dibuat sistem yg. menandai pelanggan yg. akan pindah paket data, lalu secara otomatis bulan berikutnya pelanggan tsb. sudah aktif paket data barunya.

Hari ini Facebook menambahkan fitur privasi untuk memudahkan user berbagi. Yang menarik banyak fitur yang ditawarkan, mirip dengan fitur yang ada di Google Plus saat ini.

Beberapa fitur baru yang ditawarkan oleh Facebook:

Moderasi Tagging Foto Foto hanya akan muncul di wall seseorang yang telah di-tag fotonya, hanya jika orang tersebut mengijinkannya. (hello toko online)
Pilihan tujuan posting yang lebih jelas Setiap kali mengupdate status, seseorang dapat memilih tujuan postingnya, baik Publik, Teman saja, atau Custom, mirip dengan circle di Google Plus.
Setiap post secara jelas menampilkan tujuannya mirip dengan LimitedPublic dan Extended Circles di tiap posting G+
Perubahan Facebook places Facebook mengubah paradigma Places, bukan lagi bersifat check in, tetapi lebih mirip dengan Name Tagging seseorang dapat mengatakan “kemarin saya di — Bandara Soetta” atau “besok saya akan pergi ke — Monas” sama seperti “sekarang saya ada di — Blok M
View Profile as Pengguna dapat melihat profilnya sendiri, meminjam pandangan dari seseorang lain, ini juga mirip dengan fitur G+

Kalau dilihat dari timing dan tawaran fiturnya, kebanyakan orang pasti menerka Facebook berubah karena dorongan G+ sekarang Bagaimanakah Google bereaksi? Google memiliki segudang layanan online, dan kita masih belum banyak melihat integrasi Google+ dengan layanan – layanan lainnya seperti Google Docs, Google Music, Google Books, Google Reader dan Google Wallet. Bisa jadi dalam waktu dekat ini salah satu layanan tersebut akan diintegrasikan ke Google+. Tidak menutup peluang juga, adanya integrasi Google+ ke OS Android dan ChromeOS.

Menarik melihat bagaimana situs – situs Social Media ini bersaing untuk mendapatkan hati penggunanya. Karena, berbeda dengan persaingan merebutkan paten, persaingan model ini dapat dirasakan langsung dampaknya bagi pengguna.

Dalam sebuah langkah mengejutkan hari ini, Google mengumumkan akuisisinya terhadap Motorola Mobility senilai $12,5 Miliar. Sebuah langkah yang menurut Google dipandang perlu untuk mempertahankan platform Android.

Akhir-akhir ini tuntutan hukum terhadap platform Android semakin meningkat, Apple menggugat Samsung atas pelanggaran paten produk Galaxy mereka, Microsoft melakukan deal dengan HTC atas penggunaan paten mereka di perangkat Android, dan Oracle menggugat Google atas penggunaan paten Java di Android. Google sebenarnya tidak tinggal diam, mereka melakukan langkahlangkah akuisisi paten beberapa perusahaan, untuk mempertahankan posisi platform Android. Langkah ini berujung pada akuisisi Motorola Mobility yang memiliki sekitar 17.000 paten yang sudah resmi, dan sekitar 7.500 yang masih pending. Langkah ini mungkin akan mengurangi tekanan terhadap platform Android, karena sekarang Google sudah memiliki “persenjataan perang” yang memadai.

Dibalik langkah-langkah bisnis tersebut, pengguna perangkat Android mungkin juga akan mendapatkan keuntungan – keuntungan seperti:

Kepastian pengembangan OS. Akuisisi Google terhadap Motorola memastikan Google dapat membuat perangkat Androidnya sendiri tanpa ketergantungan pembuat perangkat, jadi penggemar Android bisa lebih yakin platform OS kesukaan mereka akan tetap ada di tahun – tahun mendatang, software update akan terus meluncur, dan perangkat – perangkat Android baru akan terus diluncurkan.

Peningkatan kualitas perangkat. Posisi Motorola sebagai penguasa pasar Android terbesar kedua di Amerika Serikat setelah HTC, memungkinkan Google meningkatkan kompetisi kualitas perangkat.

Update perangkat lunak lebih cepat. Dengan kontrol terhadap pembuat perangkat Android, Google mungkin akan meningkatkan kecepatan update OS bagi perangkat Motorola, HTC, Samsung dan pembuat perangkat Android lainnya sebaiknya mengikuti langkah ini jika ingin merebut hati konsumen.

Kualitas skin Android yang lebih baik. Selama ini Motorola dan MotoBlur nya dianggap sebagai skin Android yang paling buruk, sebelum akuisisi Google, Motorola pun sebenarnya telah menghentikan pengembangan skin MotoBlur. Dengan akuisisi ini lebih mungkin perangkat Motorola kedepannya tidak akan menggunakan skin lagi, dan akan menjadi perangkat dengan User Experience Android murni. Pembuat perangkat Android lainnya mungkin harus mengembangkan skin yang lebih baik, atau ikut-ikutan merilis perangkat Android tanpa skin.

Tapi akankah pembuat perangkat lain suka terhadap hal ini? Jika Google memberi terlalu banyak tekanan terhadap pembuat perangkat lain, atau mungkin terlalu menganak-emaskan Motorola bukan tidak mungkin pembuat perangkat lain akan beralih ke sistem operasi lain seperti WP7 atau mungkin WebOS (jika HP mengijinkan lisensi OS ini). Jadi kelihatannya walau banyak keuntungan dari akuisisi ini, jika Google tidak berhati – hati bukan tidak mungkin hal ini akan merusak ekosistem Android dan pada akhirnya dapat merugikan pengguna. Tapi sementara itu, mari berpikir positif, dan bergembira bagi Google dan Android.

Saya mungkin bukan pendukung Facebook sebagai social network. Tapi saya harus mengakui aplikasi Facebook Messenger ini bagus sebagai perangkat komunikasi, saya bisa berkomunikasi dengan hampir semua orang (karena hampir semua orang sudah bergabung di Facebook) selain itu, aplikasi ini memiliki fitur – fitur menarik seperti:

  1. Mengirim gambar.
  2. Memberitahu lokasi.
  3. Membuat group chat ad hoc
  4. Berkomunikasi dengan perangkat yang OSnya berbeda (iPhone, BB)
  5. Juga dapat berkomunikasi dari Mobile ke Desktop dan sebaliknya.

Layanan yang hampir serupa milik Google adalah Google Talk (Huddle hanya bisa mobile ke mobile) tapi sayangnya saat ini Google Talk masih belum banyak terintegrasi ke Google+, belum mengenal circle, dan kontak – kontak chat masih harus ditambahkan satu – persatu.

Mungkin saya akan menggantikan SMS dan Whatsapp dengan aplikasi Facebook Messenger ini. :D

Untuk yang mau mencoba, silahkan download aplikasi Facebook Messenger disini.
disclaimer: Mungkin belum tersedia di Android Market Indonesia, dan harus menggunakan Market Enabler.

Hampir setiap hari sepanjang tahun saya menemukan pemberitahuan bahwa teman saya berulang tahun di Facebook. Dulu sebelum semua orang ada di Facebook, mungkin lebih mudah dan lebih menyenangkan mengetahui teman berulang tahun, kemudian membuka wallnya untuk menuliskan ucapan selamat ulang tahun. Sekarang karena semua orang sepertinya sudah ada di Facebook, menuliskan ucapan selamat ulang tahun sepertinya sudah menjadi seremoni harian pengguna Facebook.

Saya berulang tahun bulan ini, dan beberapa hari yang lalu saya tertarik untuk melakukan eksperimen dengan notifikasi ulang tahun di Facebook. Saya berencana berulang tahun 7 hari berturut-turut. Sistem notifikasi Facebook didasarkan kepada tanggal lahir yang penggunanya masukkan, jika saya mengubah tanggal lahir saya setiap hari pada tengah malam, Facebook akan memberitahukan ulang tahun saya ke teman – teman saya, bahwa saya berulang tahun hari itu. Karena itulah saya mengubah tanggal lahir saya 7 hari berturut – turut tiap malamnya. Facebook sebenarnya memiliki aturan yang melarang penggunanya mengubah ulang tahun, kapan saja, tetapi peraturan ini mungkin tidak dijalankan secara sistem, atau mungkin ada yang salah dengan akun saya. Karena saya dapat mengubah tanggal lahir saya kapan saja bahkan setiap hari.

Pada hari pertama eksperimen, ada teman saya yang bertanya kenapa saya berulang tahun lebih awal. Beberapa mengacuhkan posting “peringatan” teman saya itu, dan tetap mengucapkan selamat ulang tahun. Ada juga teman dekat yang walaupun sudah terbiasa merayakan ulang tahun saya, tetap “terkena jebakan saya”, dan refleks mengucapkan selamat ulang tahun setelah melihat teman saya yang lain mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya. Pada hari ketiga, keempat dan seterusnya orang mulai bertanya – tanya kenapa saya berulang tahun setiap hari, tapi herannya masih banyak juga yang tetap mengucapkan selamat ulang tahun walaupun jelas kelihatan orang lain sudah mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya beberapa hari sebelumnya, hebatnya, sampai hari ke tujuh pun, masih saja ada yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya. Walau posting yang memprotes ulang tahun saya yang setiap hari itu jelas – jelas terpampang di wall saya.

Facebook Birthday Editor

Hal ini sepertinya berlaku bagi semua orang, beberapa teman saya, karena penasaran, mencoba cara yang saya lakukan, dan terbukti hari itu, mereka menerima banyak ucapan selamat ulang tahun di wall nya.

Kesimpulan saya, tidak ada yang salah mengucapkan selamat ulang tahun ke teman di Facebook, cuma terkadang hal ini didorong oleh notfikasi di Facebook, atau posting di stream kita yang menunjukkan seorang (atau beberapa) teman kita mengucapkan selamat ulang tahun kepada salah seorang teman kita yang lain. Juga, karena Facebook menyediakan fasilitas notifikasi ulang tahun, kita cenderung tidak pernah lagi mengingat tanggal ulang tahun teman – teman kita, dan hanya menggantungkan memori ulang tahun teman kita ke sistem ini. Akhirnya ucapan ulang tahun di Facebookpun menjadi lubrikasi sosial, yang sebenarnya tidak berarti apa – apa.

Falcon 3Mainkan game-game lawas under DOS langsung dari browser Chrome 13, caranya:

  1. Ketikkan about:flags di address bar Chrome
  2. Cari bagian berjudul “Native Client”
  3. Klik Enable lalu restart Chrome
  4. Ketik about:plugins di address bar Chrome
  5. Cari bagian berjudul “Chrome NaCl”
  6. Klik Enable
  7. Masuk ke halaman http://www.naclbox.com/gallery
  8. Klik salah satu gambar game yang tersedia.

Tunggu beberapa saat, game akan didownload lalu dapat dimainkan langsung dari dalam browser.

Saat ini, saya sudah mencobanya di Linux Ubuntu dan hasilnya lancar, walaupun perlu kalibrasi mouse.

Game – game under DOS ini telah diporting agar dapat berjalan di NaCL (Native Client), teknologi baru dari Google yang memungkinkan kode bahasa pemrograman C dijalankan di Browser secara aman.

Teknologi ini cukup menarik karena dapat menjalankan program dengan bahasa C secara lintas platform. Untuk alasan keamanan, kode bahasa C harus dikompile ulang menyesuaikan batasan – batasan NaCL. Jika teknologi ini dirangkul dengan baik oleh komunitas developer, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat kita bisa melihat banyak layanan yang walaupun diakses lewat web, tetapi kaya fitur, lintas platform, dan memiliki kecepatan dan kestabilan lebih baik daripada aplikasi HTML.

Google PlusSemalam Google meluncurkan satu produk social mereka yang baru Google Plus peluncuran produk ini diharapkan menjadi jawaban Google terhadap dominasi Facebook di bidang Jejaring Sosial.

Selama ini Google selalu gagal dalam strategi sosial mereka, produk sosial mereka seperti Google Buzz, Google Wave terbukti gagal, tapi Google Plus sepertinya cukup menjanjikan, paling tidak untuk bertahan, dan mendapatkan pangsa pasar jejaring Sosial. Apa saja fitur yang terdapat di Google Plus? Ini dia beberapa fiturnya:

Circles

Saya selalu berpikir, bahwa “Facebook is oversharing”, kita mengupdate status kita, dan semua orang di friendlist kita bisa melihatnya, bahkan terkadang orang yang tidak kita kenal sekalipun, dapat melihatnya, menyenangkan memang, tetapi kadang – kadang bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Nah, Google memperkenalkan fitur circles ini, untuk membatasi update dan sharing kita, ke lingkaran – lingkaran sosial yang kita inginkan. Misal, kita bisa sharing dengan “Teman dekat” tanpa khawatir, orang lain seperti atasan, atau mantan  anda melihat, atau nimbrung di pembicaraan itu, atau mungkin sharing dengan “Keluarga” tanpa khawatir dilihat teman – teman anda. Atau, malas melihat update anak – anak 4lAy tersebut? Circles memungkinkan kita memilih lingkaran mana saja yang muncul di feed kita.

Hangouts

Ini mungkin salah satu killer feature Google Plus, dan juga membuat Skype, Fring dan penyedia jasa video conference lainnya membenci Google.  Hangouts pada dasarnya adalah Group Video chat di web. Tanpa menginstall aplikasi, kita dapat melakukan Group Video conference langsung di web. Dan yang menarik, siapa yang berbicara paling lantang, atau lebih aktif, akan otomatis ditampilkan di layar utama, magic, seperti memiliki editor video conference. Anda dapat melihat hangouts teman – teman anda dan bergabung dengannya, atau membuat hangouts baru.

Instant Upload

Punya foto baru yang bagus, foto keluarga? Nyaman bukan, jika foto yang diambil dari HP Android anda secara otomatis tersinkronisasi ke album foto pribadi di Google Plus. Yang harus anda lakukan kemudian adalah sharing foto tersebut, ke orang – orang yang menurut anda berminat terhadap foto tersebut saja.

Sparks

Apa kesukaanmu? Sparks membantu menemukan konten web sesuai dengan kesukaan kita masing – masing. Saya berpikir bahwa Google mungkin mengintegrasikan tombol Plus One yang sudah diluncurkan terlebih dahulu kedalam fitur ini, jadi semakin mudah mendapatkan rekomendasi, dan juga semakin mudah kita mendapatkan update sesuai dengan kesukaan kita saja.

Huddle

Setelah Apple meluncurkan iMessage kemarin, Google juga dirumorkan membuat layanan serupa. Well, mungkin Huddle ini adalah layanan yang dimaksud tersebut. Grup texting dengan lingkaran sosial anda, dan tidak seperti Apple, atau BlackBerry Google sepertinya tidak akan menutup layanan ini bagi handset Android saja, tapi juga untuk iPhone, dan handset – handset lainnya melalui Mobile site dan SMS.

Fitur – fiturnya menarik bukan? Tapi melawan Facebook dengan 750 Juta lebih pengguna mungkin tidak bisa dilakukan semalam. Meyakinkan orang sebanyak itu untuk bergabung dengan Google Plus juga bukan merupakan hal yang mudah, walaupun Google dikabarkan memiliki 1 milyar pengguna di bidang search, Social network memang bukan DNA Google, tapi untuk kali ini sepertinya Google sudah menaruh pasukan terbaiknya, untuk berperang melawan Facebook, Vic Gundotra yang sebelumnya membesut platform Android, Bradley Horowitz yang sebelumnya bekerja di Yahoo, dan Andy Herzfeld yang merupakan salah seorang tim pengembang Original Apple Macintosh mendesain UI dan UX Google Plus.

Saya pribadi ingin mencoba Google Plus, dan berharap banyak teman – teman saya nantinya bergabung juga di Google Plus. Konsep circles yang ditawarkan Google Plus sepertinya merupakan sesuatu yang baru, penting dan menjadi inti dari Google Plus, tidak seperti Grup Facebook yang sepertinya merupakan Tambahan saja dari fitur – fitur yang sudah ada dari Facebook. Selain itu integrasinya dengan handset Android juga akan memudahkan saya mendapatkan layanan ini.

Sayang saat ini Google Plus hanya dapat dinikmati kalangan terbatas yang diundang saja. Semoga cepat sampai ke Indonesia.

Setelah berbulan-bulan dirumorkan akan mengeluarkan suatu social network bernama Plus One, Google kemarin (30 Maret 2011) meluncurkan Google Plus One. Jadi apakah itu Plus One? Pada dasarnya Plus One mirip dengan tombol “Like” di Facebook. Tombol ini memberikan rekomendasi bagi teman – teman anda mengenai suatu link yang menarik.

Jika pada Facebook, tombol like muncul di setiap status update, post, link atau iklan, Google menampilkan tombol Plus One di hasil pencarian, dan pada link iklan. Nantinya tombol plus one ini tidak saja tersedia di hasil pencarian Google tetapi juga dapat di sematkan ke setiap halaman website. Jadi, ketika kita melakukan pencarian, atau sedang membrowsing web lalu kita menemukan suatu situs yang menarik, kita dapat menekan tombol Plus One ini untuk merekomendasikannya ke teman yang terhubung ke social circle kita. Bagaimana Google mengetahui hubungan kita dengan orang lain? Melalui Google Buzz, Twitter, Kontak Google (Gmail dan Android), dan beberapa social graph publik lainnya seperti misalnya Quora. Sayangnya Facebook tidak dijadikan sumber data oleh Google, mungkin dikarenakan oleh “perang” Google vs. Facebook.

Jadi bagaimana ini menjadi menarik bagi kita, pengguna Google search? Dalam waktu singkat, secara mudah kita dapat melihat nama teman kita yang menyukai suatu situs di hasil pencarian Google. Dalam jangka panjang, jika sebelumnya proses perangkingan hasil pencarian Google murni berdasarkan algoritma PageRank, maka mungkin di masa depan, Google dapat menggunakan data Plus One dan social circle kita untuk perangkingan, jadi mungkin saja ketika kita mencari sesuatu di Google, rangking teratas dari pencarian tersebut adalah situs yang paling banyak direkomendasikan teman kita, ini tentu saja berguna untuk melawan spam di hasil pencarian. Oh ya, selain muncul di hasil pencarian, kita (dan publik) dapat melihat semua rekomendasi kita (+1) di halaman profile google masing – masing. Punya saya ada di sini.

Karena fitur ini masih eksperimental, belum semua user memiliki fitur ini. Jika anda ingin menggunakan fitur ini maka pertama login ke akun Google anda, dan kemudian kunjungi halaman http://www.google.com/experimental/index.html lalu pilihlah +1 Button sebagai experiment yang dipilih.

image

Akhir – akhir ini saya sering berpergian ke semarang, moda transportasi yang saya gunakan biasanya adalah kereta api. Untuk menghemat biasanya saya menggunakan kereta api kelas bisnis dari stasiun pasar senen. Tapi hari ini sepertinya PT. KAI menerbitkan peraturan baru yang melarang adanya tiket tanpa tempat duduk di seluruh kereta api kelas eksekutif (salut untuk PT. KAI) peraturan ini nampaknya berimbas ke kereta kelas bisnis. Jika pada hari biasa saya biasa datang pukul 16.00 untuk membeli tiket keberangkatan pukul 19.30, kali ini tiket kelas bisnis dari stasiun pasar senen telah habis (walau tiket tanpa tempat duduknya masih dijual). Jadilah saya berburu tiket eksekutif.

Pertama saya coba menanyakan tiket kereta gumarang di stasiun pasar senen juga, dan ternyata sudah habis. Oke, saya akan coba ke stasiun gambir, tapi sebelum berangkat kesana saya coba menanyakan ke call center PT. KAI (021-121), dan coba menanyakan apakah masih ada kereta ke semarang untuk hari ini, dan dijawab semua tiket sudah habis. Seharusnya informasi tsb sudah cukup bagi saya untuk mencari alternatif transportasi selain kereta api. Tapi tunggu dulu, minggu lalu, saya di semarang, dan bertanya ke call center, masih adakah tiket ke jakarta dari semarang dan dijawab sudah habis, tapi ketika saya datang ke stasiun, ternyata masih ada puluhan seat yang tersisa. Jadi berdasarkan pengalaman ini, saya nekat berangkat ke gambir. Sesampainya disana ketika bertanya ke petugas loket juga dinyatakan tiket ke semarang sudah habis. Jadi dengan putus asa saya memberitahu istri, keluarga dan teman2 kalau keberangkatan saya ditunda hari selanjutnya. Saya pun menyempatkan diri makan dulu sebelum pulang. Setelah makan saya melewati hall pembelian tiket lagi, dan terkejut ketika melihat display sisa tempat duduk, ternyata masih ada satu seat, kereta sembrani. Jadi saya pun masuk ke antrian untuk membeli tiket, ketika sampai ke loket, lagi2 dinyatakan, semua tiket ke semarang sudah habis, barulah ketika saya menunjukkan display sisa tempat duduk tersebut sambil bertanya, display itu salah ya? barulah petugas memeriksa kembali komputernya dan berkata betul pak, masih ada satu (wtf!!) akhirnya saya pun mendapatkan tiket.

Dari sini saya bertanya2 apakah sistem informasi ticketing kereta api kurang intuitif bagi pengguna? hingga petugas loket, dan petugas call center salah memberi informasi? atau sistemnya sudah bagus, tapi sdmnya (petugas) tidak mau mengecek sebelum dipaksa? bukankah ini bisa merugikan pelanggan. Paling tidak dari sini saya berkesimpulan, dari keseluruhan sistem ticketing kereta api, hanya display sisa tempat duduk, di stasiunlah yang bisa dipercaya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.