Mungkin

Adalah sebuah kisah taois lama tentang seorang petani tua yang bekerja di ladang selama bertahun-tahun. Suatu hari kuda miliknya melarikan diri. Mendengar hal ini, tetangganya berdatangan. “Nasibmu buruk”, kata mereka bersimpati. “Mungkin” si petani tersebut menjawab.

Keesokan paginya kuda-kudanya kembali bersama-sama dengan tiga ekor kuda liar lainnya. “Beruntung sekali,” para tetangga-tetangganya berucap. “Mungkin” jawab si petani tua tersebut.

Keesokan harinya, anaknya mencoba menaiki salah satu kuda liar yang belum dijinakkan, ia terlempar dari kuda tersebut dan kakinya patah. Tetangga-tetangga petani tersebut datang kembali ke rumahnya untuk bersimpati terhadap ketidak-beruntungannya. “Nasibmu sedang tidak baik”. Si petani tersebut menjawab “Mungkin”.

Sehari setelahnya, pejabat-pejabat militer datang ke desa untuk merekrut anak-anak muda menjadi tentara untuk berperang. Melihat kaki anak petani tersebut sedang patah, mereka tidak merekrutnya. Tetangga-tetangganya mengucapkan selamat kepada petani tersebut mengenai bagaimana baik semua hal telah terjadi kepadanya. Dan kembali lagi si petani tersebut menjawab “Mungkin”.

Data Penduduk Indonesia Hasil Sensus BPS 2010 dalam Format XML, CSV dan SQL

Saya agak kesulitan ketika mencari data jumlah penduduk Indonesia per-Kabupaten. Data paling sahih yang tersedia untuk publik saat ini saya kira adalah data penduduk per-Desa/Kelurahan yang bersumber dari sensus penduduk BPS tahun 2010. Data tersebut dipublikasi dalam format PDF yang sayangnya “kurang ramah” bagi aplikasi-aplikasi pengolahan data.

Karena sulit untuk digunakan sebagai bahan perhitungan, maka saya mengcopy isi file PDF tersebut, mempastenya ke Notepad++ dan dengan bantuan regex find-replace milik Notepad++  data tersebut dapat saya transformasikan menjadi bentuk yang lebih “ramah” untuk pengolahan data. Pada awalnya saya hanya membuat data tersebut dalam format XML, tetapi karena kemudian data tersebut saya masukkan ke RDBMS MySql, data tersebut juga dapat saya transformasikan ke format CSV dan SQL.

Agar dapat membantu siapapun mengalami masalah yang sama dengan saya di masa akan datang, saya pikir saya akan melampirkan data berformat XML, CSV dan SQL tersebut disini, sehingga  mudah dan bebas didownload oleh siapapun yang berminat dengan dengan data tersebut ;)

Data Penduduk Indonesia Sensus BPS 2010 dengan Format XML (4.804 kb)

Data Penduduk Indonesia Sensus BPS 2010 dengan Format CSV (9.875 kb)

Data Penduduk Indonesia Sensus BPS 2010 dengan Format SQL (19.606 kb)

File-file diatas menyajikan data jumlah penduduk per-desa, tapi saya pikir dapat dengan mudah ditransformasi menjadi data jumlah penduduk per-kecamatan, per-kabupatan/kota atau per-provinsi sekalipun dengan menggunakan aplikasi spreadsheet seperti MS Excel, OpenOffice Calc, RDBMS atau tools-tools pemrograman dan pengolahan data lainnya.

Semoga bermanfaat.

Perangkat Keras “Ditenagai Oleh” Android

Android sedang menggeliat dan jadi menarik. Karena saat ini banyak orang memiliki smartphone berbasis OS Android, ekosistem perangkat lunak Android berkembang dengan pesat. Pesatnya perkembangan ekosistem ini dibuktikan dengan banyaknya developer yang mengembangkan perangkat lunak diatas platform Android, banyaknya perusahaan menyediakan layanan untuk platform Android, banyak tersedianya proyek-proyek open-source berbasis Android, adanya beragam forum-forum internet yang membicarakan pengembangan perangkat lunak Android serta semakin seringnya seminar bertemakan Android di banyak tempat.

Selain perangkat lunak yang menggeliat, saat ini juga mulai bermunculan perangkat-perangkat non-smartphone yang menggunakan OS Android. Pembuat perangkat-perangkat keras ini tentunya diuntungkan karena sudah sedemikian majunya ekosistem perangkat lunak Android.

OuyaInstacube

Beberapa saat lalu dunia Gaming dihangatkan oleh kehadiran Ouya, sebuah game console berbasis Android. Ouya dimaksudkan oleh pendirinya untuk memudahkan developer-developer game meluncurkan game-game Android ke layar TV. Game-game yang sudah tersedia di Android saat ini dapat dipindahkan ke layar TV dengan cukup dengan perubahan resolusi layar dan perubahan penggunaan kontrol game, sementara mekanika dan logika gamenya tetap sama. Dengan adanya Ouya juga diharapkan developer game dapat meluncurkan game untuk smartphone dan konsol secara bersamaan. Selain Ouya, ada juga Instacube, perangkat ini adalah perangkat streaming foto Instagram, dengan perangkat ini kita bisa menampilkan foto dari user tertentu, atau hashtag Instagram tertentu. Setiap foto baru terupload, gambar di perangkat ini juga langsung berubah. Kelihatannya perangkat ini asyik untuk menggantikan bingkai foto di meja kita yang cuma bisa menampilkan gambar itu-itu saja.

Ouya dan Instacube berhasil dalam kampanyenya mengumpulkan dana dan pengikut melalui kickstarter.com, sebuah website untuk mengumpulkan dana saweran masyarakat internet. Ouya berhasil mengumpulkan dana $8,596,475 dari 63,416 orang, sedang Instacube sampai saat saya menulis ini berhasil mengumpulkan dana $264,405 dari 1,866 orang.

PhoneSatSelain proyek komersil ada juga proyek hardware Android oleh pemerintah Amerika Serikat: NASA PhoneSat, satelit nano yang akan diluncurkan ke orbit membonceng roket Antares milik Orbital Sciences Corporation. PhoneSat 1.0 adalah perangkat smartphone Nexus One dan PhoneSat 2.0 adalah perangkat smartphone Nexus S semuanya akan dibungkus kotak 10x10cm. Perangkat-perangkat ini memiliki misi awal untuk bertahan hidup di luar angkasa, mengirimkan gambar orbit ke bumi, dan menjadi dasar untuk pengembangan satelit murah NASA berikutnya.

Proyek-proyek ini bisa ada karena sifat open-source Android. Siapapun dengan pengetahuan yang cukup tentang hardware dan software komputer dan Android dapat mewujudkan ide perangkat elektronik baru.

Nah, mungkin para pegiat IT Indonesia juga bisa melirik Ide-ide pengembangan perangkat keras dan lunak semacam ini. Saat ini ada hardware seperti Raspberry Pi atau Arduino dan beragam hardware lain yang bisa dipasangi OS Android, dioprek,  lalu dibungkus dengan citarasa dan ide kita sendiri. Siapa tahu ada yang mau mewujudkan ide membuat jam meja yang menampilkan status Facebook, dan Foto terbaru kerabat, display berjalan yang menampilkan #BreakingNews atau hastag Twitter lainnya, perangkat yang bisa men check-in-kan penggunanya ke Foursquare jika disentuh, Smart TV citarasa Indonesia, atau ide-ide lainnya. The road is Open :)

Pindah Paket Data TelkomselFlash Tidak Mudah

Pindah paket data TelkomselFlash ternyata tidak mudah. Karena ada perpanjangan otomatis tiap tgl. 1, maka pengguna yg. akan pindah paket harus menonaktifkan paket data lama sebelum tgl. 1. Masalahnya proses ini harus dilakukan sendiri oleh pengguna & tidak dapat dibantu CS. Proses penonaktifan juga tidak dilakukan sekejap, membutuhkan waktu maks. 1×24 jam. Kegagalan menonaktifkan paket sebelum tgl. 1 akan mengakibatkan perpanjangan data otomatis, dan pengaktifan paket data baru ketika ada paket data aktif bulan itu akan mengakibatkan dobel tagihan.

Sebagai pelanggan yg. akan pindah paket data, saya merasa kurang nyaman. Seharusnya dibuat sistem yg. menandai pelanggan yg. akan pindah paket data, lalu secara otomatis bulan berikutnya pelanggan tsb. sudah aktif paket data barunya.

Tanggapan Facebook Atas Google Plus: Fitur-Fitur Privasi Baru

Hari ini Facebook menambahkan fitur privasi untuk memudahkan user berbagi. Yang menarik banyak fitur yang ditawarkan, mirip dengan fitur yang ada di Google Plus saat ini.

Beberapa fitur baru yang ditawarkan oleh Facebook:

Moderasi Tagging Foto Foto hanya akan muncul di wall seseorang yang telah di-tag fotonya, hanya jika orang tersebut mengijinkannya. (hello toko online)
– Pilihan tujuan posting yang lebih jelas Setiap kali mengupdate status, seseorang dapat memilih tujuan postingnya, baik Publik, Teman saja, atau Custom, mirip dengan circle di Google Plus.
– Setiap post secara jelas menampilkan tujuannya mirip dengan LimitedPublic dan Extended Circles di tiap posting G+
– Perubahan Facebook places Facebook mengubah paradigma Places, bukan lagi bersifat check in, tetapi lebih mirip dengan Name Tagging seseorang dapat mengatakan “kemarin saya di — Bandara Soetta” atau “besok saya akan pergi ke — Monas” sama seperti “sekarang saya ada di — Blok M
– View Profile as Pengguna dapat melihat profilnya sendiri, meminjam pandangan dari seseorang lain, ini juga mirip dengan fitur G+

Kalau dilihat dari timing dan tawaran fiturnya, kebanyakan orang pasti menerka Facebook berubah karena dorongan G+ sekarang Bagaimanakah Google bereaksi? Google memiliki segudang layanan online, dan kita masih belum banyak melihat integrasi Google+ dengan layanan – layanan lainnya seperti Google Docs, Google Music, Google Books, Google Reader dan Google Wallet. Bisa jadi dalam waktu dekat ini salah satu layanan tersebut akan diintegrasikan ke Google+. Tidak menutup peluang juga, adanya integrasi Google+ ke OS Android dan ChromeOS.

Menarik melihat bagaimana situs – situs Social Media ini bersaing untuk mendapatkan hati penggunanya. Karena, berbeda dengan persaingan merebutkan paten, persaingan model ini dapat dirasakan langsung dampaknya bagi pengguna.

Gootorola, Baik Untuk Pengguna Android?

Dalam sebuah langkah mengejutkan hari ini, Google mengumumkan akuisisinya terhadap Motorola Mobility senilai $12,5 Miliar. Sebuah langkah yang menurut Google dipandang perlu untuk mempertahankan platform Android.

Akhir-akhir ini tuntutan hukum terhadap platform Android semakin meningkat, Apple menggugat Samsung atas pelanggaran paten produk Galaxy mereka, Microsoft melakukan deal dengan HTC atas penggunaan paten mereka di perangkat Android, dan Oracle menggugat Google atas penggunaan paten Java di Android. Google sebenarnya tidak tinggal diam, mereka melakukan langkahlangkah akuisisi paten beberapa perusahaan, untuk mempertahankan posisi platform Android. Langkah ini berujung pada akuisisi Motorola Mobility yang memiliki sekitar 17.000 paten yang sudah resmi, dan sekitar 7.500 yang masih pending. Langkah ini mungkin akan mengurangi tekanan terhadap platform Android, karena sekarang Google sudah memiliki “persenjataan perang” yang memadai.

Dibalik langkah-langkah bisnis tersebut, pengguna perangkat Android mungkin juga akan mendapatkan keuntungan – keuntungan seperti:

Kepastian pengembangan OS. Akuisisi Google terhadap Motorola memastikan Google dapat membuat perangkat Androidnya sendiri tanpa ketergantungan pembuat perangkat, jadi penggemar Android bisa lebih yakin platform OS kesukaan mereka akan tetap ada di tahun – tahun mendatang, software update akan terus meluncur, dan perangkat – perangkat Android baru akan terus diluncurkan.

Peningkatan kualitas perangkat. Posisi Motorola sebagai penguasa pasar Android terbesar kedua di Amerika Serikat setelah HTC, memungkinkan Google meningkatkan kompetisi kualitas perangkat.

Update perangkat lunak lebih cepat. Dengan kontrol terhadap pembuat perangkat Android, Google mungkin akan meningkatkan kecepatan update OS bagi perangkat Motorola, HTC, Samsung dan pembuat perangkat Android lainnya sebaiknya mengikuti langkah ini jika ingin merebut hati konsumen.

Kualitas skin Android yang lebih baik. Selama ini Motorola dan MotoBlur nya dianggap sebagai skin Android yang paling buruk, sebelum akuisisi Google, Motorola pun sebenarnya telah menghentikan pengembangan skin MotoBlur. Dengan akuisisi ini lebih mungkin perangkat Motorola kedepannya tidak akan menggunakan skin lagi, dan akan menjadi perangkat dengan User Experience Android murni. Pembuat perangkat Android lainnya mungkin harus mengembangkan skin yang lebih baik, atau ikut-ikutan merilis perangkat Android tanpa skin.

Tapi akankah pembuat perangkat lain suka terhadap hal ini? Jika Google memberi terlalu banyak tekanan terhadap pembuat perangkat lain, atau mungkin terlalu menganak-emaskan Motorola bukan tidak mungkin pembuat perangkat lain akan beralih ke sistem operasi lain seperti WP7 atau mungkin WebOS (jika HP mengijinkan lisensi OS ini). Jadi kelihatannya walau banyak keuntungan dari akuisisi ini, jika Google tidak berhati – hati bukan tidak mungkin hal ini akan merusak ekosistem Android dan pada akhirnya dapat merugikan pengguna. Tapi sementara itu, mari berpikir positif, dan bergembira bagi Google dan Android.

Facebook Messenger untuk Android

Saya mungkin bukan pendukung Facebook sebagai social network. Tapi saya harus mengakui aplikasi Facebook Messenger ini bagus sebagai perangkat komunikasi, saya bisa berkomunikasi dengan hampir semua orang (karena hampir semua orang sudah bergabung di Facebook) selain itu, aplikasi ini memiliki fitur – fitur menarik seperti:

  1. Mengirim gambar.
  2. Memberitahu lokasi.
  3. Membuat group chat ad hoc
  4. Berkomunikasi dengan perangkat yang OSnya berbeda (iPhone, BB)
  5. Juga dapat berkomunikasi dari Mobile ke Desktop dan sebaliknya.

Layanan yang hampir serupa milik Google adalah Google Talk (Huddle hanya bisa mobile ke mobile) tapi sayangnya saat ini Google Talk masih belum banyak terintegrasi ke Google+, belum mengenal circle, dan kontak – kontak chat masih harus ditambahkan satu – persatu.

Mungkin saya akan menggantikan SMS dan Whatsapp dengan aplikasi Facebook Messenger ini. :D

Untuk yang mau mencoba, silahkan download aplikasi Facebook Messenger disini.
disclaimer: Mungkin belum tersedia di Android Market Indonesia, dan harus menggunakan Market Enabler.